SEJARAH MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA


Masjid Agung Cipta Rasa  yang lokasi nya 100 Meter sebelum pintu masuk Keraton Kasepuhan , dan menjadi salah satu Masjid tertua di tanah jawa, Ciri utama di Masjid Agung Cipta Rasa ini dikelilingi tembok bata berwarna merah dengan tiga pintu gerbang berbentuk Padureksa, Dibangun atas usulan Putri Pakungwati kepada suaminya Sunan Gunung Jati salah satu 9 Wali songo.
Awal dibangun karena pada saat itu sudah ada Keraton Cirebon, tetapi belum mempunyai masjid yang sebagai pusat syiar agama islam di Cirebon, maka dibangunlah Masjid Agung Sang Cipta Rasa pada tahun 1478 M yang diprakarsai oleh Sunan Gunung Jati yang sebagai arsiteknya adalah Sunan Kali Jaga. Pelaksanan atau mandornya adalah Raden Sepat. Raden Sepat adalah seorang ahli bangun dari Majapahit atau Kerajaan Hindu yang ditaklukan oleh kesultanan demak.

Arsitekturnya menggunakan dari perpaduan gaya Jawa, Timur Tengah, dan Tiongkok. Dirancang sebagai masjid tahan gempa, luas asli masjid ini adalah 17 x 15,5 meter (255 meter persegi).
Konon, dahulunya masjid ini memiliki memolo atau kemuncak atap. Namun, saat adzan pitu (tujuh) shalat subuh digelar untuk mengusir aji menjangan wulung, kuba tersebut pindah ke masjid agung banten yang sampe sekarang masih memiliki dua kubah. Karena cerita tersebut, sampai sekarang setiap shalat jumat di masjid agung sang cipta rasa digelar adzan pitu. Yakni adzan yang dilakukan secara bersamaan oleh tujuh orang muazin berseragam serba putih.




1 Komentar