Uniknya Masjid Agung Sang Cipta Rasa Berbeda dengan Masjid Lain









Masjid agung sang cipta rasa sudah sangat dikenal di wilayah Cirebon bukan hanya wilayah Cirebon saja tetapi di wilayah lain juga sudah mengenal masjid agung sang cipta rasa ini, karena masjid ini adalah masjid tertua di kota Cirebon, selain itu masjid ini juga peninggalan dari sunan gunung jati saat menyiarkan agama  islam di Jawa Barat khususnya di Cirebon. 
Masjid agung sang cipta rasa ini memiliki keunikan yaitu adzan pitu dan sumur tua yang terletak di beranda masjid ini.

Adzan pitu, adalah adzan yang dilakukan oleh 7 orang muazin menurut sejarahnya adzan ini dilakukan karena sejak masjid ini dibangun  dan beberapa kali selesai adzan dikumandangkan para muazin meninggal secara misterius. Konon katanya ada yang mengganggu masyarakat di sana yaitu suatu makhluk siluman yang bernama mejangan wulung  yang bertengger di kubah masjid. Setelah berturut-turut adanya insiden tersebut, Sunan Gunung Jati yang menjadi arsitek pembangunan masjid ini bersama para wali lainnya meminta petunjuk kepada Allah.  Saat itulah dilaksanakan adzan pitu yang dilakukan oleh tujuh orang muazin. setelah ketujuh muazin mengumandangkan azan bersama-sama terdengar suara dentuman keras yang membuat kubah masjid hilang, oleh karenanya, Masjid Sang Cipta Rasa tidak memiliki kubah.


Hingga kini adzan pitu masih dikumandangkan di masjid agun sang cipta rasa,tradisi ini dilakukan untuk menangkal serangan dari sihir yang tidak menginginkan adanya penyebaran islam di Cirebon. Jika dulu adzan pitu dilakukan pada saat masuk shalat ,tetapi berbeda dengan sekarang, tidak setiap masuk shalat adzan pitu akan dilakukan, hanya  pada saat sholat jumat  adzan pitu akan dikumandangkan oleh tujuh orang muazin.


Adzan pitu ini adalah salah satu hal unik yang terdapat di masjid agung sang cipta rasa karena hanya masjid agung sang cipta rasa lah yang mempunya tradisi adzan pitu. Bahkan yang melaksanakan sholat jumat di masjid agung sang cipta rasa ini bukan hanya orang Cirebon saja tetapi berbagai macam orang dari luar daerah Cirebon pun banyak, beberapa dari mereka ingin tahu atau penasaran dengan adzan pitu ini. Keunikan lainnya adalah khotbah sholat jumat ini menggunakan bahasa arab, memang tidak semua jamaah mengerti bahasa arab, tetapi para jamaah bisa dengan khidmat serta khusyu mendengarkan khotbah dari khotib.

Adzan pitu ini dikumandangkan di dalam inti masjid, di dalam inti masjid ini terdapat tujuh microfon yang disediakan untuk tujuh orang muazin saat mengumandangkan adzan.


Sumur tua yang terletak disebelah utara beranda masjid ini adalah sumur zam zam atau banyu cis sang cipta rasa. Konon dahulunya adalah tempat berwudhu para wali songo termasuk Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati, dan menurut warga setempat sumur ini tidak pernah surut dari dulu hingga kini, walaupun saat musim kemarau tiba. Di sumur ini terdapat sebuah mitos yakni sebagai media untuk menguji kejujuran seseorang, berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, serta memelihara kesehatan. Tak heran sumur ini dikeramatkan oleh warga Cirebon, terdapat pagar besi pendek yang mengelilingi dua sumur tersebut.


Sumur ini tidak pernah sepi pengunjung,  terutama pada saat bulan ramadhan tiba. Bukan hanya dari daerah Cirebon pengunjung dari luar daerah Cirebon pun banyak yang datang jauh-jauh selain untuk sholat di masjid ini juga untuk mengambil air dari sumur tersebut .



                                                                                                                                     


0 Komentar