Menurut
sejarah Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan salah satu masjid tertua di
Pulau Jawa. Masjid ini mempunyai pagar yang unik karna terbuat dari bata merah
dengan pintu gerbang model Majapahit. Di depan pintu gerbang di atasnya
terdapat bunga tertatai sementara di atasnya terdapat kaligrafi huruf Arab.
Kombinasi warna merah bata, kuning, hiatam dan putih mengejawantahkan
keharmonisan antar agama Hindu dan Budha yang sudah ada terlebih dahulu dan
Islam kemudian datag di tanah Cirebon.
Memasuki
serambi masjid, aura kelasik segera menyerbak. Hamparan karpet berwarba hijau
membentang diantara tiang-tiang kayu berwarna coklat yang seakan-akan menyeruak
kea tap berbentuk limas yang juga di lapisi kayu dengan warna coklat tua yang
sama. Sementara di sisi lain serambi, lantai keramik warna coklat tua telanjang
membentang dingin.
Ketika
mengintip bangunan utama masjid sangat sulit menemukan pintu masuk, karena hampir
semua pintu tertutup rapat. Tetapi ada satu pintu yang terbuka, dan uniknya
pintu ini ukurannya sangat kecil sekitar 1 meter lebih yang membuat siapapun
yang masuk harus menunduk.
Pintu
ini seakan-akan memberikan pesan bahwa setiap manusia harus merendahkan diri
untuk menghadap sang pencipta. Dinding masjid yang terbuat dari bata merah dan karpet
yang berwarna merah memberikan nuansa khidmat.
Interior
masjid yang sangat mengejutkan dan mengagumkan ketika kita melihat ke atas.
Terlihat sokoguru yang terbuat dari kayu menopang struktur atap yang berbentuk
limas bersusun tiga. Yang menatiknya lagi mimbarnya yang ada sepasang. Terbuat
dari kayu berukir dan terlihat besar, megah, dan kokoh dengan warna coklat tua.
Mimbar yang ada di dekat mihrab terbalut kain putih yang terurai. Mimbar yang
satu lagi di biarkan telanjang diterpa sinar mentari yang amsuk dari sela-sela.
Mihrabnya
juga sangat unik, terbuat dari batu putih berukir dan sama sekali bebas dari
sentuhan kaligrafi. Yang dominan adalah ukiran berbentuk sang surya yang konon
memiliki keterkaitan erat dengan kerajaan Majapahit.
Di
bagian lain terdapat semacam kurngan kayu mirip berbentuk kubus yang disebut
Maqsurah. Ini adalah tempat khusus sholat bagi keluarga keraton.
Di
pendopo sebelah utara terdapat sumur tua yang mengalirkan air zam-zam versi
Cirebon. Konon katanya sumur tersebut dapat menyembuhkan penyakit dan bisa
menguji kejujuran.
Mau
tahu bagai mana Masjid Agung Sang Cipta Rasa? Ayo mampir ke Masjid Agung Sang
Cipta Rasa.

0 Komentar