Daya tarik masjid agung sang cipta rasa cirebon

Beberapa hal menarik seputar tentang masjid agung ini, misalnya sejarah pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Sunan Gunung Jati. Beliau pun menunjuk Sunan Kalijaga sebagai arsitek bangunannya. Dalam proses pembangunannya, Sunan Kalijaga dibantu oleh seorang arsitek terkenal dari Majapahit bernama Raden Sepat. Raden Sepat merupakan tawanan dari perang Demak-Majapahit dengan alasan sebagai imbalan kerajaan Demak kepada Cirebon yang telah membantu mengirim pasukan dalam penyerangan ke Majapahit.
Sebelum memasuki halaman masjid, anda akan masuk melalui sebuah gapura unik. Gapura ini terbuat dari susunan batu merah gaya Majapahit. Pintu gapura terbuat dari kayu jati berwarna hijau dipadu dengan cat warna putih.
Mengenai arsitekturnya, masjid ini terdiri dari dua ruangan, yaitu beranda dan ruangan utama. Untuk masuk ke dalam ruangan utamanya, anda akan melalui 9 pintu yang melambangkan Wali Songo yang berjumlah sembilan orang. Uniknya lagi, masjid ini dibangun tanpa menara sebagaimana masjid yang lazim kita temui di Pulau Jawa. Masjid ini juga memiliki atap yang berbentuk limas, namun tanpa hiasan di ujungnya. Untuk masuk ke dalam ruangan utamanya, anda akan melewati sebuah pintu kecil juga pendek sehingga anda harus membungkuk bila berbadan tinggi besar. Hal ini dapat diartikan sebagai penghormatan alias membungkuk untuk masuk ke dalam masjid sebagai rumah Allah.
Dalam ruangan utama masjid ini, terdapat banyak tiang-tiang kayu yang ditopang oleh konstruksi besi modern sebagai salah satu upaya konservasi bangunan bersejarah. Lebih detailnya, tiang kayu yang disangga dengan plat baja merupakan salah satu soko guru  yang rupanya dibuat oleh Sunan Kalijaga sendiri dari serpihan kayu yang disatukan. Bagian beranda masjid ini ditopang oleh tiang-tiang kayu berukir yang pada bagian atasnya terlihat sudah sangat tua. Dan beberapa hal unik lainnya dapat anda temui di masjid agung ini. 

0 Komentar